Dan dalam harta mereka terdapat hak orang-orang miskin yang meminta maupun yang tidak meminta...
[Adz-Dzariyat:19]

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran)
bagi siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui...
[Al-Baqarah:261]

Penuh Harap di Bulan Nan Suci


Sungguh tak terasa, Bulan keberkahan, rahmat dan ampunan akan datang kembali menemui kita. Bulan yang penuh kebaikan ini sangatlah sayang untuk kembali dilewatkan begitu saja. Adakah yang sudah kita persiapkan untuk menjamu tamu agung ini? Ramadhan nan mulia ini? Ayolah bersegera beranjak dari rutinitas kehidupan, temukan kembali nilai-nilai spiritual yang bersembunyi dalam kepenatan dunia.

“Wahai kaum muslimin, bulan Allah telah datang dengan membawa berkah, rahmat dan ampunan bagi kita semua. Bulan ini merupakan bulan yang paling baik di sisi Allah. Hari-hari di bulan ini merupakan hari-hari terbaik, malam-malamnya merupakan malam-malam yang terbaik, serta detik-detiknya merupakan detik-detik terbaik. Dalam bulan ini, Allah mengundang tamu-tamu-Nya dan Allah menganugerahi mereka kasih sayang dan rahmat-Nya. Di bulan ini, setiap tarikan nafas memiliki pahala yang setara dengan dzikir kepada Allah dan tidur pun dinilai sebagai ibadah. Di bulan ini, setiap kali kalian bermunajat kepada Allah, Allah akan mengabulkan doa-doa kalian. Oleh karena itu, dengan kejujuran, ketenangan dan hati yang bersih, mintalah kepada Alalh agar memberikan taufik kepada kalian untuk berpuasa dan membaca Al-Quran. Orang yang celaka adalah orang yang di bulan agung dan penuh berkah ini, tidak mendapatkan rahmat dari Allah.” Sabda Rasulullah SAW.

Ketika menyaksikan hilal atau terbitnya bulan Ramadhan, Rasulullah SAW akan berdiri menghadap kiblat dan berdoa kepada Allah, meminta keamanan dan keselamatan serta memohon agar Allah menemaninya dalam sholat, puasa dan membaca Al Quran. Dalam bulan Ramadhan, Rasulullah SAW sangat banyak melakukan amal sholeh, di antaranya memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa.

Diriwayatkan, ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah menunjukkan kasih sayang secara lebih besar kepada kaum fakir miskin. Rasulullah juga berpesan kepada kaum muslimin agar di dalam bulan ini, mereka banyak membaca Al Quran. Suatu hari beliau ditanyai oleh seseorang, “Apakah amal terbaik di bulan ini?” Rasulullah menjawab, “Pekerjaan terbaik yang dilakukan pada bulan Ramadhan adalah tidak melakukan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.”

Angin semilir yang membelai jiwa yang ditiupkan oleh bulan Suci Ramadhan adalah salah satu momen penting yang memberikan semangat baru kepada jiwa manusia. Bulan suci Ramadhan bagaikan sebuah universitas yang memiliki jam pelajaran padat, yang menyatukan seluruh bulan dalam setahun. Pelajaran-pelajaran yang disampaikan dalam universitas ini sangatlah bermanfaat dan membangun.

Bulan suci Ramadhan dengan keistimewaan yang hanya dimiliki olehnya, memainkan peran menentukan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, pemanfaatan bulan ini sebaik-baiknya merupakan langkah pendahuluan dalam perkembangan dan pertumbuhan spiritualitas kita di sepanjang hidupnya. Allah SWT menginginkan agar kaum muslimin di bulan ini berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan. Amal terpenting dan wajib dilakukan di bulan ini salah satunya adalah puasa. Puasa adalah kewajiban yang sangat banyak memiliki faedah bagi jiwa dan fisik manusia. Puasa akan membuat jiwa manusia menjadi lembut, memperkuat semangat, serta mengontrol hawa nafsu. Allah menetapkan kewajiban puasa agar kita dihiasi oleh cahaya iman, makrifat dan akhlak yang mulia. Sebagai balasan atas kewajiban puasa ini, Allah juga memanjakan hamba-hambanya dengan pahala yang sangat besar. Allah berfirman, “Puasa berasal dari-Ku dan Akulah yang akan memberi pahala.”

Alangkah malangnya manusia jika Bulan Suci yang dilaluinya selalu tak berdampak apa-apa. Ramadhan hanya menjadi perayaan yang kering makna, harapan dan nilai. Puasa hanya sekedar menahan makan dan minum di siang hari. Shalat Tarawieh hanya sekedar gebyar spiritual di malam hari.

Merugilah bila manusia tak mampu meraup keberkahan Ramadhan, cobalah menemukan harapan yang membuat kita bisa kian mendekat pada Allah SWT, yang menyadarkan kita akan kefanaan dunia dan mampu membedakan mana yang di jalan Allah.

Cobalah kali ini menikmati hari-hari di bulan suci dengan perenungan yang mendalam. Merasakan rasanya menahan amarah, lapar dan haus. Mencoba memaafkan oranglain dengan tulus, melupakan segala kegetiran dan kesedihan selama ini. Menginfakkan sebagian harta yang kita miliki untuk kaum fakir miskin, membersihkan harta dan jiwa kita dari kekikiran dan kekerdilan. Menikmati berjuang di jalan kebaikan dengan penuh semangat.

Janganlah lagi kita akhirnya di Syawal nanti hanya menjadi orang-orang yang kalah dan tertipu. Karena Ramadhan yang kita lalui hanya seremonial belaka…disibuki oleh menu buka puasa, pulang kampung, makanan dan pakaian hari raya.

Wallahu`alam bishowab wahyudwinoto/abuhawwa

Sumber inspirasi:

http://www2.irib.ir/

http://wahyuaktual.multiply.com/


Wahyu Dwinoto
01-Sep-2008

1062 Klik

Userid:  
Password:  

 


Cari artikel yang mengandung kata: